Membership
Lupa password?
Interior

Material Partisi Praktis Ciptakan Ruangan
Minggu, 17 Juni 2012
Griya 1

Foto: Adrianus Adrianto/NOVA

Banyak orang enggan melirik ­material board  seperti gypsum  dan ­fiber cement . Padahal, material partisi ini jauh lebih efisien dan ­fungsional.

Partisi adalah pemisah ruangan yang bisa dibuat secara permanen seperti batu bata atau batako. Partisi juga bisa nonpermanen dengan menggunakan material board  seperti gypsum  dan fiber cement . Partisi umumnya terbagi dua yaitu partisi internal dan partisi eksternal. Partisi internal adalah pembagi atau pemisah ruang. Sementara partisi eksternal adalah dinding luar yang membatasi rumah dengan bagian luar rumah. 

Menurut Timur Pane Ringo, SE  dari Cahaya Pelita Building Materials & Contractor , partisi eksternal atau dinding rumah selain bisa dibuat dengan batubata atau batako, juga bisa menggunakan material fiber cement . Sebut saja GRC Board, Versa Board, dan Kalsi Board. “Bahannya sama, cuma mereknya yang beda. Ada juga produk-produk impor,” ujar Timur.

Yang patut diingat, material untuk partisi luar harus menggunakan material yang tahan cuaca (basah, kering, dan lembab) dan tergolong material wet area . “Artinya, bahan-bahan itu harus tahan air,” jelas Timur.

Sementara untuk membuat partisi internal, Anda bisa menggunakan material yang sama dengan material eksternal, ditambah gypsum board . Material ini memang hanya untuk penggunaan internal karena akan hancur ketika terkena air. Untuk dinding luar, material board yang digunakan biasanya memiliki ketebalan 8 mm – 15 mm. Sementara dinding dalam untuk interior dari 4 mm – 6 mm. 

Timur

''Penggunaan material board untuk partisi jauh lebih praktis,''kata Timur. (Foto: Adrianus Adrianto/NOVA)

Finishing Lebih Bagus

Untuk membuat partisi, sebelumnya dibuat frame  (rangka), baru kemudian dipasang board . Alternatif bahan untuk rangka juga beragam. Antara lain rangka dari besi hollow yaitu galvanis , galvanum , meni , atau rangka dari metal stud seperti galvanis  dan galvanum. Rangka lain yang bisa dipilih adalah aluminium.

Sebagai tambahan finishing , ruangan atau kamar bisa dipasang lapisan kedap suara. “Kalau fungsinya memang membutuhkan kedap suara, misalnya ruang studio atau kamar kedap suara, maka bahan-bahannya bisa menggunakan soft board , rockwoll , dan masih banyak lagi,” jelas Timur. 

Soal estetika, tentu lebih mudah menggunakan material board  untuk partisi. Finishing -nya lebih jelas dan lebih mulus, tidak bergelombang. Kalau ada kerusakan, juga mudah diganti. Material board  juga tidak merusak dinding. Misalnya, ketika memasang foto atau hiasan dinding dengan paku. “Dinding tembok bisa rusak ketika dipaku, sementara material board  menggunakan paku khusus.” 

Tak Harus Tembok

Soal biaya, jika dihitung-hitung juga masih lebih murah menggunakan material board . “Jauh lebih cepat cepat material board . Hasilnya juga lebih presisi dan lebih bagus. Pemasangannya pun mudah dan lebih praktis,” jelas Timur. Sebagai gambaran, biaya untuk pemasangan material board berkisar mulai Rp 90 ribu – Rp 350 ribu/meter per segi, dari mulai yang tidak kedap suara sampai yang kedap suara full.

Sayangnya, lanjut Timur, kebanyakan konsumen rumah tangga di Indonesia belum banyak yang melirik konsep rumah dengan partisi material board  ini. “Ini barangkali soal mindset . Bagi kebanyakan orang, membangun rumah ya harus pakai dinding tembok, termasuk untuk dinding ruangan atau kamar,”  jelas Timur. Padahal, untuk ruangan interior, pemakaian material board  akan sangat mempermudah ketika hendak menambah atau mengurangi ruangan. 

 Hasto Prianggoro

Lokasi dan Koleksi: Cahaya Pelita Building Materials & Contractor, Jl. Raya Joglo No 3, Kembangan, Jakarta Barat, Foto: Adrianus Adrianto/NOVA

Views : 3230

blog comments powered by Disqus