Membership
Lupa password?
Interior

Kolam Minimalis di dalam Rumah
Senin, 15 Agustus 2011
Kolam Ikan

Pemilihan area yang teapat sebagai lokasi menentukan keindahan alam (Foto: Daniel Supriyono)

Kolam minimalis di dalam rumah kini menjadi pilihan untuk “menghijaukan” rumah. Selain cantik, perawatannya pun tak terlalu sulit.

Ada banyak elemen pendukung landscape bangunan hunian, di antaranya adalah taman dan kolam. Khusus untuk kolam, ada beberapa jenis kolam yang bisa dipilih, dari kolam dengan relief ataupun kolam minimalis. Letak kolam sendiri tidak harus di depan, melainkan bisa di samping atau di bagian belakang rumah.

Sebagai contoh pasangan Ir. H. Eko Kis Suprojo dan Hj. Nuraini, SPd. di kawasan BSD Tangerang. Keduanya memilih membuat kolam minimalis di bagian belakang rumahnya. Kolam minimalis berukuran 6x3 meter ini awalnya dibuat untuk memanfaatkan lahan terbuka yang ada di bagian belakang rumah. Namun, kini keberadaan kolam yang letaknya bersisian dengan dapur dan musala ini menjadi salah satu pusat perhatian dan area untuk bersantai anggota keluarga.

Untuk membuat kolam minimalis di dalam areal rumah, yang pertama harus diperhatikan adalah luas lahan. Sebaiknya, lahan untuk kolam tidak terlalu luas, agar tampilan akhirnya memuaskan. Jadi, luas kolam sebaiknya proporsional dibandingkan dengan luas rumah. Selain ukuran kolam, faktor view atau lokasi patut mendapat perhatian.

“Ada baiknya lokasi kolam berada di areal yang mudah dijangkau dan kolam bisa menjadi pusat pandang antar area rumah,” ujar Kiki Rizki Muslimun dari tamanku.com yang membuat kolam milik Eko ini.

Kolam di kediaman Eko terletak di bagian belakang rumah, tepat di ujung ruang makan, dan dibatasi dengan pintu serta jendela kaca. Di sebelah kanan kolam terdapat musala, sementara di bagian kiri terletak dapur kering. Penghuni rumah harus melewati kolam ini untuk menuju dapur atau musala.

Kolam dihiasi oleh batu marmer hitam sebagai penghubung kolam dengan ruang makan atau ruang keluarga. Sementara untuk menuju musala, penghuni harus melewati deretan batu paras yang disusun kan di dalam kolam, sehingga terkesan sebagai jembatan. Latar belakang kolam tampak indah dengan batu paras kuning bermotif ukiran. Sementara bagian atas kolam dibiarkan terbuka tanpa penutup atau atap. “Jadi, ketika hujan, air hujan langsung turun ke kolam,” kata Kiki.

Ganti Filter

Ada banyak faktor yang harus diperhatikan pada saat membuat kolam ikan minimalis. Salah satu faktor penting adalah sirkulasi air. “Jika sirkulasi air kurang bagus, maka air bisa kotor atau bau,” kata Kiki. Tentu, syarat utama yang juga harus dipenuhi untuk membuat kolam adalah kualitas air yang bagus dan jernih.

Salah satu cara mengatur sirkulasi air kolam adalah dengan menggunakan filter. Air disalurkan ke kolam pembuangan, kemudian difilter. Setelah difilter, air kemudian dikembalikan ke kolam. Dengan cara ini, sirkulasi air akan tetap terjaga, sehingga tetap jernih. Kualitas air memang sangat penting, apalagi jika kolam diisi dengan ikan, misalnya ikan koi yang dikenal sangat sensitif. Jika kualitas air kurang bagus, maka ikan bisa sakit atau bahkan mati.

Material lain yang digunakan dalam pembuatan kolam adalah batu alam andesit sebagai dinding dan dasar kolam. Khusus untuk bagian dasar kolam, sebelum pemasangan batu andesit, dibuat semacam pondasi dari batu bata. “Ini untuk menghindari dasar kolam amblas,” lanjut Kiki, yang ditemani Juhaeri dari tim marketing tamanku.com.

Selain batu alam, batu paras juga kerap dipakai sebagai pemanis kolam, meskipun bukan sebagai material utama. Begitu juga batu marmer. Kelebihan batu marmer dibanding batu andesit adalah lebih tebal, namun batu marmer lebih licin. Bagaimana dengan perawatannya? “Sebetulnya perawatannya ­relatif tidak sulit, kok. Yang penting rajin-rajin mengganti filter air,” jelas Kiki.

Kolam

Kolam bisa menjadi pusat perhatian di dalam areal rumah (Foto: Daniel Supriyono)

Biaya

Dari segi biaya, kebanyakan penyedia jasa pembuatan kolam memasang biaya sekitar Rp 2,5 juta per meter, termasuk water fountain, filter, pompa air, dan lampu taman. Namun, jika Anda ingin membuat kolam sendiri, perhitungan biaya kasarnya kurang lebih sebagai berikut:
- Batu andesit, harga per meter sekitar Rp 230 ribu
- Batu paras, harga per meter sekitar Rp 230 ribu, belum termasuk ­biaya mengukir.
- Pompa air sekitar Rp 1,5 juta
- Biaya pembuatan pondasi, per meter sekitar Rp 200 ribu
- Lampu di dalam kolam dan luar kolam dengan range harga berkisar Lampu taman berkisar Rp 250 - Rp 800 ribu.

Perawatan

Memiliki kolam sebetulnya tak begitu banyak membutuhkan perawatan. Namun, beberapa hal patut menjadi perhatian, di antaranya:
1. Bersihkan kolam 3 bulan sekali.
2. Ganti filter air minimal 2 minggu sekali untuk menghindari kolam keruh atau bau.
3. Jika kolam berisi ikan, sebaiknya jangan terlalu banyak memberi makan ikan. Pemberian makan ikan yang terlalu banyak akan membuat kolam menjadi kotor.

Hasto Prianggoro , Foto-foto: Daniel Supriyono, Lokasi: Kediaman Ir. H. Eko Kis Suprojo – Hj. Nuraini, SPd., BSD City, Desain kolam: http://tamanku.com (021-9975 1176, 0812 10727076), Email: info@tamanku.com


blog comments powered by Disqus