Kamis, 11 Maret 2010

Hangatnya Sentuhan Etnik (2)

Ruang Duduk
Ruang duduk ini berada di antara ruang tamu dan ruang keluarga. Bisa disebut sebagai ruang peralihan. Karena itu hanya ditaruh bench kayu untuk dua orang saja. Pada ruangan ini, terdapat credenza kecil dan ukiran-ukiran pada dinding di atas bench yang nampak selaras dengan frame di ruang tamu. Penataan yang cukup sederhana tetapi bisa terlihat unik dan menarik. Jangan lupa, agar ruangan terasa sejuk, diberi sentuhan tanaman hijau dalam pot agar tercipta kesan natural.
Ruang Keluarga
Berkat pemilihan furnitur berwarna cokelat, nuansa hangat bisa tercipta pada ruangan ini. Selain itu, penggunaan lampu dengan jenis warm light juga memberikan kontribusi kehangatan. Ruang keluarga ini bisa terlihat dari lantai atas, sehingga plafon dibuat lebih tinggi. Plafon yang tinggi, mempunyai sirkulasi yang baik karena udara akan mengalir atau berganti dengan baik.

TIPS
Ikuti tips berikut ini agar kesan etnik bisa diterapkan pada rumah:

1. Furnitur memegang peranan cukup penting jika Anda ingin kesan tradisional ada dalam rumah. Harganya cukup mahal, karena ukiran biasanya handmade. Ada banyak cara untuk mendapatkan harga lebih ringan, salah satunya adalah Anda bisa membeli furnitur bekas.

Harganya tentu akan lebih murah dibandingkan jika membelinya di showroom. Walaupun bekas, furnitur ini bisa diperbaharui lagi yaitu dengan finishing ulang. Dari sini, Anda bisa menyesuaikan warnanya, apakah ingin lebih terang sedikit atau ingin berwarna agak gelap.

Selain itu bahan finishing -nya juga bermacam-macam. Ada yang glossy/mengilat, ada juga yang doff. Sofanya juga bisa diganti atau disesuaikan dengan warna yang Anda sukai. Hasilnya tentu akan menjadi lebih modern dengan nuansa tradisional. Mendaur ulang barang lama? Kenapa tidak, bahkan membeli "mentah" (furnitur sudah dalam bentuk bangku atau lemari tetapi belum di-finishing ) pun cukup murah. Selanjutnya, Anda bisa mencari tukang sendiri.

2. Material finishing pada rumah tradisional juga bisa bermacam-macam. Jika pada rumah-rumah di Bali, bata ekspos banyak digemari karena sangat mencerminkan nuansa Bali, Anda bisa menerapkan ini. Selain itu kayu juga bisa bisa diaplikasikan pada rumah tradisional. Salah satu solusi mendapatkan kayu yang bagus adalah dengan memakai lapisan kayu, walaupun hanya lapisan, tetapi cukup membuat sebuah bidang terlihat seperti kayu.

3. Warna yang digunakan sebaiknya hanya warna-warna natural. Jika menginginkan warna terang/ muda, gunakanlah pada salah satu bidang saja sebagai aksen agar ruangan tidak monoton dengan warna-warna natural tersebut.

4. Lighting atau pencahayaan pada sebuah rumah bisa memberikan kesan yang berbeda-beda. Misalnya jika Anda memberikan lampu berwarna putih, maka suasananya akan berbeda jika memberikan lampu dengan warna kuning/ warm light. Karena itu, Anda harus tahu dahulu karakter dari rumah ataupun kesan yang ingin ditampilkan pada sebuah ruang.

Pada rumah tradisional seperti ini, di mana elemen kayu terlihat dominan, makan lampu dengan jenis warm light bisa membuat suasana menjadi hangat, sehingga elemen kayu akan terlihat lebih menonjol dan indah.

Naskah: rum@h desain
Website: http://rumahdesain2009.blogspot.com
Email: rumahdesain2009@gmail.com
Alamat: Jl. Dahlia D.54 Komp. Mabad 60 Rempoa – Ciputat, (021-93698651)
Lokasi: Kediaman Keluarga Bpk Haryo dan Ibu Susi, Bintaro Sektor 2
Foto: Adrianus Adrianto

Dilihat : 2645 orang
  • Rating :
  • 0/5 (0 votes)
blog comments powered by Disqus