Selasa, 9 Maret 2010

Hangatnya Sentuhan Etnik (1)

Rumah merupakan tempat untuk berlindung sebuah keluarga. Karena itu, sebuah rumah selalu diberi sentuhan pribadi dari pemiliknya. Meski di sebuah perumahan, bentuk rumah sama satu dengan lainnya, tetapi tiap rumah pasti mempunyai ciri yang berbeda satu dengan lain. Entah itu warna maupun pernak pernik yang ada di dalamnya.

Jika sekarang ini bentuk minimalis sedang naik daun, tetapi rumah etnik dengan nuansa tradisional masih tetap disukai banyak orang. Alasannya, memberikan kesan yang berbeda bahkan bisa dibilang tak lekang oleh waktu alias everlasting . Selain itu tema etnik dirasa lebih homey , karena nuansa kayu lebih dominan.

Yang harus diingat, tema etnik tradisional tidak akan bisa tercipta jika hanya menempatkan furnitur berukir pada setiap ruangan di dalamnya. Perlu ada sentuhan/ elemen yang mendukungnya. Seperti material lantai, plafon, dinding, dan lain-lain, sehingga nuansa tersebut akan lebih menyatu satu sama lainnya.

Fasad
Tampilan fasad rumah ini terlihat cukup unik, menggunakan atap pelana. Dengan sedikit tambahan atap yang diberi jendela sebagai sumber cahaya di bagian atas, mini balkon sebagai estetis sehingga menambah cantik penampilan atapnya.

Pagarnya tidak terlalu tinggi, tetapi cukup untuk menutupi bagian dalam rumah. Menggunakan bahan kayu, batu alam dan di-ekspos, sehingga bagian ini terlihat natural. Ditambah lagi dengan adanya tanaman hijau yang mengelilingi rumah, sehingga menambah kesejukan, bukan hanya untuk rumah ini, tetapi bisa memberikan kesejukan bagi lingkungan sekitarnya.

Foyer
Sebelum memasuki area teras, terdapat foyer yang menghubungkan bagian garasi dengan teras. Foyer kecil ini pun nggak luput dari sentuhan etnik tradisional dengan menggunakan furnitur khas Jawa dan permainan kayu. Kisi-kisi sebagai sunscreen matahari dan hujan pun, mempunyai fungsi ganda, salah satunya sebagai elemen estetis pada bagian ini.

Teras
Layaknya sebagian besar rumah tradisional di Indonesia, rumah ini pun mempunyai teras yang luas. Karena itu, pada teras ditempatkan beberapa set kursi untuk bersantai atau sekedar minum kopi. Selain itu, pemakaian material yang digunakan, mulai dari furniturnya, nuansa tradisional terlihat sangat kental walaupun diberi sentuhan modern seperti bantal-bantalnya. Penggunaan lantai dengan nuansa terakota semakin membuat teras ini terasa hangat dan kontras.
Ruang Tamu
Memasuki ruang tamu, akan terlihat sofa 3 seater dan 2 sofa single menggunakan warna cokelat, sehingga sangat kontras dan serasi dengan perabotan yang ada di dalamnya. Terdapat cermin dengan frame ukiran khas Madura sebagai salah satu elemen estetis yang juga bisa memanipulasi ruangan agar terlihat lebih besar.

Lemari pajangan yang ditempatkan secara simetris digunakan sebagai lemari untuk memajang koleksi kristal sang pemilik. Ruangan ini menggunakan pintu lipat, agar ruangan bisa menyatu dengan teras di sebelahnya sehingga ruangan akan lebih luas tanpa adanya penyekat satu sama lain. Di bagian atas pintu lipat diberi pajangan sehingga pintu lipat akan terlihat seperti gate / gerbang.

Naskah: rum@h desain
Website: http://rumahdesain2009.blogspot.com
Email: rumahdesain2009@gmail.com
Alamat: Jl. Dahlia D.54 Komp. Mabad 60 Rempoa – Ciputat, (021-93698651)
Lokasi: Kediaman Keluarga Bpk Haryo dan Ibu Susi, Bintaro Sektor 2
Foto: Adrianus Adrianto

Dilihat : 2930 orang
  • Rating :
  • 0/5 (0 votes)
blog comments powered by Disqus