Membership
Lupa password?
Eksterior

Mengubah Teras Kecil Menjadi Luas
Selasa, 01 Juni 2010
teras rmh

Foto: Ist

Tiap kali kita pergi bertamu ke rumah seseorang, umumnya kita menanti di teras sebelum si empunya rumah membukakan pintu. Karena memang teras merupakan ruang yang letaknya paling luar dari sebuah bangunan.

Nah, sambil menanti di teras ini pula mata kita biasanya melayangkan pandangan ke segala sudut. Entah melihat taman yang tertata rapi di halaman atau kolam ikan di salah satu sudut tembok.

Di tempat ini pula untuk pertama kalinya kita bisa merasakan suasana dan “mengenali” pribadi si pemilik rumah. Entah perasaan sejuk, kering, intim atau formal. Seolah-olah teras memiliki jiwa yang bisa berkomunikasi dengan kita.

Misalnya saja teras dengan deretan pilar beton dan lantai marmer berkilauan yang berkesan formal. Kesan ini akan lain bila kita berada di teras dengan konstruksi atap dari kayu, lantai dari keramik atau batu alam yang membangkitkan perasaan sejuk, akrab serta jauh dari formal.

Untuk membentuk suasana tertentu di teras, ada beragam jenis bahan bisa kita pilih. Dan setiap jenis bahan memiliki nilai interior serta karakter masing-masing.

Kalau Anda memiliki balok kayu, contohnya, seperti telah disebut di atas, ia akan memberi kesan akrab dan hangat. Sementara lantai marmer menampilkan suasana bersih, megah tapi agak formal.

Lalu bagaimana mendadani teras rumah yang tak terlalu besar seperti rumah BTN tipe 54? Apalagi kemudian ditambah dengan keterbatasan dana si pemilik rumah.

Tapi bukan berarti teras kecil berukuran 1 x 3 m persegi dengan jarak batas dinding rumah ke pagar halaman sepanjang itu tak bisa diapa-apakan. Bahkan justru sebaliknya (lihat denah,red).

Si pemilik rumah pun merasa, ruang tamu kediamannya terlalu sempit. Karena itulah ia ingin menciptakan suasana tertentu di teras sehingga akhirnya ruang tamu berkesan luas.

Untuk itu teras baru dibuat dengan ukuran 3 x 3 m (dari batas dinding sampai batas pagar). Pagar dibuat dari kayu dolken yang dibentuk.

Batas pagar sepanjang teras ditarik masuk sepanjang 0,6 m dari pagar lama untuk dijadikan pot tanaman sepanjang pagar teras.

Bukan saja teras bagian bawah yang dirubah. Bagian atap, dibuat mengikuti kemiringan atap aslinya dan “memayungi” teras sampai ke ujung pagar tanaman.

Dengan demikian, terciptalah ketinggian atap teras setinggi mata memandang (sekitar 1,7 m). Sementara itu bagian langit-langit dibentuk mengikuti kemiringan atap dengan kaso-kasonya diperlihatkan sebagai hiasan di langit-langit.

Di sudut dan ujung atap teras, diletakkan pot-pot bunga dengan tanaman gantung., sepasang kursi bambu serta lampu gantung, melengkapi suasana hangat dan alami. “Kini kami serasa bersantai di taman jika sedang duduk-duduk di teras,” kata si pemilik rumah dengan wajah berseri.

Nurhadi


blog comments powered by Disqus