Membership
Lupa password?
Busana Pesta

Perawatan Penuh Cinta Untuk Kebaya
Senin, 16 April 2012
Kebaya

Foto: Agus Dwianto/Nova

Kebaya selalu menjadi bagian dari wanita Indonesia. Sayangi kebaya dengan merawatnya penuh cinta!

Sejak dulu kebaya telah digunakan oleh wanita Indonesia dari berbagai kalangan. Beberapa waktu lalu kebaya sempat ditinggalkan karena dianggap kaku dan kuno. Beruntunglah negeri ini memiliki banyak desainer kreatif dan mampu membuat kebaya tampil lebih menarik bagi masyarakat modern.

Kebaya telah mengalami metamorphosis yang maksimal. Bentuk kebaya telah dimodifikasi ke dalam berbagai bentuk. Kebaya tidak lagi dikenakan dengan kain tradisional, namun juga dapat dipadukan dengan celana jins atau rok. Bahan yang digunakan untuk pembuatan kebaya pun beragam. Diantaranya adalah brokat, organdi, sutra, dan sifon. Beda bahan, beda pula cara perawatannya. Berikut tips perawatan kebaya menurut bahan yang digunakan

Kebaya Berbahan Brokat

Jika ingin mencuci kebaya berbahan brokat, cucilah dengan menggunakan tangan. Jangan menggunakan deterjen. Gunakanlah sampo agar kebaya tetap lembut. Setelah dicuci jemurlah di tempat yang tidak langsung terkena sinar matahari. Bila sudah kering simpanlah di dalam lemari Anda.

Kebaya Berbahan Sutera

Ada dua jenis kain sutera, pertama kain sutera yang berasal dari kepompong ulat sutera dan yang kedua berasal dari serat alam. Karena sifatnya yang lembut, perawatannya pun memerlukan ekstra perhatian. Apalagi apabila kebaya Anda penuh payet!  Sebaiknya Anda jangan terlalu sering mencuci kebaya ini. Cucilah setelah 4 atau 5 kali pemakaian. Jika tidak terlalu kotor tidak perlu dicuci cukup diangin-anginkan saja. Kemudian simpan didalam kotak agar kebaya tahan lama dan tidak terkena debu.

Kebaya Berbahan Sifon

Sifon adalah bahan yang halus dan mengikuti bentuk tubuh. Karena sifatnya yang halus maka Anda harus merawatnya dengan hati-hati. Angin-anginkan kebaya Anda setelah Anda memakainya. Jangan menyetrika kebaya Anda, karena akan merubah teksktur. Cukup keringkan dengan cara menaruhnya di bidang datar. Apabila tidak kotor, sebaiknya Anda langsung menyimpannya di dalam kotak setelah diangin-anginkan.

Kebaya Berbahan Organdi

Jika Anda ingin mencucinya sendiri, gunakanlah deterjen yang tidak mengandung pemutih. Kemudian rendam selama 10 menit dan hindari meremas, cukup diremas-remas perlahan menggunakan handuk agar airnya meresap. Jenis kebaya berbahan organdi adalah jenis kebaya yang rentan “patah” karena itu jenis kebaya ini tidak perlu disimpan di dalam kotak cukup digantung dengan rapi dan dilapisi plastik agar tidak terkena debu.

Kebaya Berbahan Tile

Kebaya berbahan tile juga merupakan bahan kebaya yang rentan, karena itu cara perawatannya pun harus ekstra hati-hati. Jangan pernah mencuci kebaya ini dengan mesin cuci. Bersihkan dengan cara di-dry clean . Jika ingin mencucinya sendiri di rumah, gunakanlah deterjen yang tidak mengandung pemutih. Hindari mengeringkannya di tempat yang terkena sinar matahari langsung, sebaliknya jemurlah di tempat yang sejuk. Agar payet-payetnya tidak rusak, simpan dalam kotak, ya!

Kebaya Berbahan Katun

Kebaya encim biasanya terbuat dari bahan katun. Biasanya kebaya ini tidak memakai payet dan berhiaskan bordiran di pinggirnya.Cara perawatan kebaya jenis ini pun sangat mudah layaknya mencuci baju biasa. Hindari menyatukan kebaya ini dengan pakaian yang lain saat pencucian. Dengan begitu kebaya Anda tidak beresiko luntur!

 Franka & Novitri Yanti

Stylist: Franka | Foto: Agus Dwianto | Asisten Stylist: Novitri Yanti | Model: Elim- JIM | Kebaya & Kain: Mustika by Dimas – Jl. Tegal Parang Utara I no.100D Mampang Prapatan, Jakarta Selatan 12790 Telp.( 021- 7992934) HP: (0813.114.34104/ 0818.822.073) E-mail : indri_makeupartist@yahoo.com situs: www.mustikabydimas.com | Make up: Dimas & Indri- (0813.114.34104/ 0818.822.073)


blog comments powered by Disqus